Abstract :
Penderita Diabetes Mellitus di Indonesia semakin meningkat, hal ini
disebabkan oleh karena perubahan pola kehidupan yang disebabkan adanya
peningkatan kemakmuran rakyat, penderita penyakit ini ternyata rentan terhadap
kemungkinan adanya infeksi yang menggambarkan penekanan terhadap sistem
imun penderita DM tipe II.
Molekul IgG merupakan imunoglobulin yang paling besar konsentrasinya
dalam serum manusia (± 75%) dan memegang peranan protektif dalam sistem
kekebalan tubuh. Salah satu peran penting IgG dalam tubuh yaitu berpengaruh
terhadap sistem imunitas humoral yang mampu memerangi antigen yang spesifik.
Berdasarkan hal ini, maka dilakukan penelitian tentang faktor lamanya pasien OM
tipe 11 mengidap penyakit berpengaruh terhadap konsentrasi total lgG, dan ada
tidaknya hubungan antara kadar glukosa darah dengan konsentrasi total lgG.
Kontrol yang digunakan adalah populasi manusia sehat yang tidak menderita
Diabetes Mellitus.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa
konsentrasi total IgG pada kontrol dan pada uji memberikan perbedaan yang
bermakna. Sedangkan antara kadar glukosa dengan konsentrasi total lgG tidak
mempunyai hubungan atau korelasi.
Penentuan kadar lgG dilakukan dengan metode imunoturbidimetri,
penentuan kadar glukosa darah ditentukan dengan spektrofotometer visible,
sedangkan cara perhitungannya dilakukan uji ANAVA tunggal, uji TUKEY HSD
dan LSD, uji korelasi