Abstract :
Kanker rongga mulut di Indonesia perlu diwaspadai, karena pola perilaku dan
kebiasaan masyarakat dan kurangnya pemeliharaan kesehatan mulut. Umumnya
penderita kanker akan mengalami penurunan terhadap ketahanan tubuh akibat
pengobatan. Bawang putih oleh masyarakat dipercaya dapat meningkatkan ketahanan
tubuh. Dilakukan penehtian pengaruh ekstrak bawang putih terhadap peningkatan
sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini menggunakan tikus putih galur Wistar. Tikus
dirangsang sistem imunnya dengan pengolesan larutan N-Metil-N- Nitrosourea 2000
hpj, ± 0,5 ml pada mukosa langit-langit atas, selama 24 hari. Parameter yang diamati
adalah peningkatan jumlah sel limfosit T dan limfosit B, pada tikrus yang mengalami
precancer pada mukosa mulut. Sel imfosit T dan limfosit B dipisahkan menggunakan
nylonwool kemudian dihitung menggunakan mikroskop yang dilengkapi dengan
haemositometer. Hasil pengamatan pada hari ke-25 bila dibandingkan dengan kontrol,
pemberian ekstrak bawang putih 0,5 g I Kg BB secara oral mampu meningkatkan
jumlah limfosit T sebesar 89,88% dan Limfosit B sebesar 219,19%. Dibandingkan
dengan kelompok pembanding yang mendapat aquadest, ekstrak bawang putih dapat
meningkatkan jumlah limfosit T sebesar 37,22% dan limfosit B sebesar 61,68 %.
Persentase peningkatan limfosit B lebih besar daripada limfosit T. Peningkatan
tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna d.ibandingkan kelompok kontrol dan
pembanding. Disimpulkan bahwa ekstrak bawang putih terbukti mampu merangsang
sistem imun pada tikus. Berdasarkan hasil histologi jaringan yang telah dilakukan didapatkan hasil
bahwa pemberian ekstrak bawang putih 0,5 g I Kg BB secara oral mampu menghambat pertumbuhan sel-sel abnonnal dibandingkan kelompok pembanding.