Abstract :
Penelitian dengan metode rangsangan termal ini dilakukan untuk mengetahui
kemampuan dari alat Radiant Heat modifikasi versi 3 dalam menguji aktivitas
analgesik ekstrak daun dewa ( Gynura pseudochina L. ), dimana pada penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa daun dewa telah terbukti mempunyai khasiat
analgesik. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih betina sebanyak 30 ekor
dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol diberi aquades 10 ml/kg BB,
kelompok uji I diberi larutan Petidin HCl 0,1% dosis 10 mg/kg BB, sedangkan
kelompok uji II diberi ekstrak daun dewa ( Gynura pseudochina L.) 40% dosis 4 g/kg
BB. Masing-masing kelompok hewan uji diberi perlakuan bahan uji secara oral.
Parameter uji yang digunakan adalah waktu yang diperlukan tikus putih betina untuk
mengalami kedutan punggung (dermal twitching) karena rasa nyeri berupa rasa
panas.
Berdasarkan analisa data dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
kelompok uji I dan kelompok uji II terdapat peningkatan waktu rata-rata kedutan
punggung jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa ekstrak daun dewa ( Gynura pseudochina L.) yang diberikan pada
tikus putih betina dapat memberikan efek analgesik dengan menggunakan alat
Radiant Heat modifikasi versi 3. Dengan demikian alat Radiant Heat modifikasi versi
3 ini dapat digunakan untuk menguji aktivitas analgesik dari bahan obat berkhasiat
analgesik lainnya.