Abstract :
Masyarakat yang menderita alergi yang disebabkan oleh alergen sangatlah
banyak dijumpai, seperti pada kasus alergi dalam proses pengecatan rambut dengan
bahan pewarna yang mengandung parafenilendiamin. Adanya parafenilendiamin akan
dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada organ sasaran berupa tirnbulnya gejala
klinik penyakit alergi dimana parafenilendiamin merupakan salah satu alergen dan
sensitizer poten penyebab terjadinya dermatitis kontak alergika, maka telah dilakukan
penelitian mengenai pengaruh parafenilendiamin terhadap reaksi hipersensitivitas
pada penderita dermatitis dengan metode Patch Test.
Penelitian ini menggunakan subyek penelitian 20 orang pria I wanita dewasa,
berumur 20-70 tahun, menderita dermatitis, dan bertempat tinggal di daerah Surabaya
dan sekitamya. Pengamatan dilakukan terhadap hasil pengukuran kadar
Imunoglobulin E (JgE) total, perhitungan eosinofil dan hasil visual Patch Test.
Subyek penelitian dibagi menjad.i dua kelompok yaitu kelompok uji (kelompok
dengan hasil Patch Test positif terhadap parafenilendiamin) dan kelompok kontrol
(kelompok dengan hasil Patch Test negatif terhadap parafenilendiamin). Pada kedua
kelompok tersebut dilakukan pengambilan darah sebelum dilakukan patch test dengan
tujuan untuk mengetahui jumlah kadar IgE total dan eosinofil, dan selanjutnya
dilakukan Patch Test parafenilendiamin selama 48 jam.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, rnaka pada basil pengukuran
kadar lgE total maupun perhitungan jumlah Eosinofil subyek dengan hasil Patch Test
positif terhadap parafenilendiamin tidak berbeda secara bermakna dengan subyek
hasil Patch Test yang negatif terhadap parafenilendiamin, dimana dalam hal ini dapat
dipengaruhi oleh faktor imunogenetik, dibandingkan faktor konsentrasi
parafenilendiamin sebagai alergen dan faktor umur.