Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Intan Juliani, (NIM. 2032011024)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2024-09-20 03:15:54
Abstract :
Masyarakat Kabupaten Bangka telah lama mengenal dan menggunakan flora berkhasiat obat sebagai upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan salah satunya untuk penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi menjadi penyakit tertinggi kedua di Kabupaten Bangka, sehingga perlu adanya upaya sebagai alternatif pengobatan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat lokal terkait pengobatan tradisional hipertensi dan ketersediaan serta upaya pelestarian spesies yang digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional hipertensi oleh empat etnis yakni etnis Melayu, Tionghoa, Jawa dan Bugis. Jenis penelitian yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan jumlah informan sebanyak 108 informan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan identifikasi. Teknik analisis data menggunakan metode perhitungan dengan menggunakan beberapa rumus indeks berikut ini, yaitu Indeks of Cultural Significanse (ICS), Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC) dan Reported Use (RU). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, pemanfaatan flora sebagai obat tradisional oleh empat etnis di Kabupaten Bangka merupakan suatu tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh orang tua terdahulu. Bagian spesies yang digunakan untuk alternatif obat di Kabupaten Bangka adalah daun, akar,batang, dan buah, dengan pengolahan spesies digunakan langsung, diperas/saring, diblender, dimasak, direbus, dan cara penggunaannya diminum, dimakan dan ditempel. Ketersediaan spesies tersebut masih cukup banyak, terdapat di beberapa habitat yaitu hutan, kebun, pasar, pekarangan rumah dan tepi sungai. Upaya pelestarian spesies tersebut dilakukan dengan melakukan penanaman kembali dan pembudidayaan spesies flora, dan menjaga kebersihan lingkungan serta penggunaan spesies tersebut secukupnya. Status konservasi spesies tersebut termasuk kategori spesies yang tidak mengkhawatirkan, karena masih sering ditemukan dan digunakan pada kehidupan sehari-hari.