Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Karina, (NIM. 2032011025)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2024-09-20 03:08:09
Abstract :
Diabetes Melitus merupakan jenis penyakit di mana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia dan hormon insulin juga tidak aktif diserap oleh tubuh manusia. Pengobatan DM secara modern dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya, sehingga perlu dicarikan alternatif pengobatan seperti pengobatan tradisional. Praktik pengobatan masyarakat setiap etnis memiliki cara beragam dalam mengimplementasikan pemanfaatan biota sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat, mendata jenis biota apa saja yang digunakan oleh battra, dan mendata cara pengobatan tradisional penyakit DM oleh empat etnis (Melayu, Jawa, Bugis, dan Tionghoa) di Kabupaten Bangka Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah dokumentasi, observasi, wawancara, dan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif (indeks ICS, UV, RFC, dan RU). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat di Bangka Selatan mengenai pengobatan tradisional masih cukup tinggi hal ini terbukti dengan didapatkannya 72 spesies flora, empat spesies fauna, dan tiga spesies jamur digunakan sebagai obat DM. Jenis biota yang paling banyak digunakan masyarakat Bangka Selatan sebagai obat DM yaitu brotowali (Tinospora crispa), kersen (Mutinga calabura), sambiloto (Andrographis Paniculata) dan ciplukan (Physalis angulata). Berdasarkan hasil wawancara masyarakat etnis Melayu, Jawa, Bugis, dan Tionghoa di Bangka Selatan memiliki bentuk pengobatan yang hampir sama seperti bagian biota yang paling banyak digunakan ialah daun, cara pengolahan terbanyak direbus, cara penggunaan terbanyak diminum, dan sumber perolehan terbanyak dari pekarangan rumah.