Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Pebo Aprilia, (NIM.3021411079)
Subject
HC Economic History and Conditions
Datestamp
2018-10-16 02:56:54
Abstract :
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Perubahan data IHK merupakan indikator ekonomi makro yang penting untuk memberikan gambaran tentang laju inflasi suatu daerah dan lebih jauh lagi dapat menggambarkan pola konsumsi masyarakat. Laju inflasi yang tinggi akan menghambat rencana pembangunan pemerintah dan berpengaruh pada struktur APBD.
Tujuan peneliti adalah mengetahui sub kelompok pengeluaran apa saja yang dominan mempengaruhi laju inflasi dan menggambarkan laju inflasi terhadap pengelolaan keuangan daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kombinasi (kuantitatif dan kualitatif). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 sampel. Teknik analisis data menggunakan uji faktor.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 variabel dari 35 variabel yang dianalisis dihilangkan yaitu sayur-sayuran dan bahan makanan lainnya, untuk ke33 variabel yg lainnya dominan mempengaruhi laju inflasi tetapi yang paling dominan yaitu sandang anak-anak. Berdasarkan hasil wawancara ke beberapa instrumen menyatakan bahwa secara prakteknya laju inflasi tidak berdampak pada pengelolaan keuangan daerah karena dana yang diperoleh berasal dari pusat dan bersifat tetap, sedangkan berdasarkan teori laju inflasi berdampak pada proses pengelolaan keuangan daerah karena dlam proses pengelolaan keuangan daerah akan mengacu pada data laju inflasi sebelumnya