Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Suryani, (NIM. 1041011018)
Subject
TG Bridge engineering
Datestamp
2018-11-09 02:59:41
Abstract :
Perencanaan prasarana trasportasi, terutama jembatan memerlukan suatu analisis struktur terhadap gaya-gaya yang bekerja pada jembatan. Perencanaan jembatan ini menggunakan factor beban dengan acuan Pembebanan untuk jembatan RSNI T-02-2005. Panjang satu bentang jembatan 50 m dan panjang total bentang jembatan yang dirancang adalah 200 m, dengan lebar lalu lintas 7 m, lebar trotoar 2 x 1 m, tinggi jembatan 6,48 m. jarak antara gelagar memanjang 1.75 m dan jarak antar gelagar melintang 5 m. Mutu beton yang yang digunakan untuk lantai jembatan fc= 35 Mpa, abutmen fc= 30 Mpa, dan sedangkan mutu beton pilar fc= 30 Mpa. Mutu baja fy= 400 Mpa untuk > 12 mm. Jembatan yang dirancang adalah Jembatan Baja Warren Truss. Jembatan baja bentang 50 m menggunakan profil WF 400 x 200 x 7 x 11 (gelagar memanjang), WF 900 x 300 x 18 x 34 (gelagar melintang), WF 400 x 300 x 9 x 14 (rangka utama), dan L 60 x 60 x 4 (ikatan angin). Lantai jembatan dirancang dengan ketebalan 230 mm, sedangkan pekerasan aspal dirancang dengan ketebalan 50 mm. sambungan yang digunakan untuk merancang jembatan baja yaitu baut dengan diameter inci, dan inci.Struktur bawah yang dirancang adalah abutment dengan lebar pondasi 3,7 m, panjang 10 m, tinggi abutment 5 m. Pilar lebar pondasi 6 m, panjang 10 m, tinggi pilar 7 m. pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan jumlah 21 buah dengan diameter tiang 0,5 m dan kedalaman 16,8 m pada abutment dan pondasi tiang pancang dengan jumlah 28 buah dengan diameter tiang 0,5 m dan kedalaman 28 m pada pilar. Analisis kekuatan struktur berdasarkan beban-beban yang bereaksi pada struktur jembatan yaitu aksi tetap (berat sendiri dan berat tambahan), beban lajur ?D?, beban truk ?T?, gaya rem, beban penjalan kaki, dan aksi lingkungan (beban angina dan beban gempa).