Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Andry Yuliansyah, (NIM. 1021311004)
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery
Datestamp
2018-02-09 06:50:29
Abstract :
Dalam proses penyaluran energi listrik ke konsumen terdapat rugi-rugi daya penyaluran dan jatuh tegangan pada sistem dikarenakan besar beban pada saluran tersebut, besar arus yang mengalir, impedansi saluran, dan panjang saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan yang diterima pada ujung feeder di saluran distribusi primer PLTD Toboali. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui rugi daya serta memperbaiki jatuh tegangan yang terjadi pada sisi primer, sehingga jatuh tegangan sesuai dengan SPLN 72:1987 yaitu batas atas 5 % dan batas bawah 5 %. Perhitungan jatuh tegangan dilakukan pada beban maksimal dengan menggunakan software DIgSILENT 14.1.3. Berdasarkan hasil perhitungan jatuh tegangan pada feeder di PLTD Toboali terdapat sebuah feeder dengan nama TB4 dimana besar jatuh tegangan yaitu sebesar 1,13 kV sehingga nilai tegangan terima pada ujung beban di feeder TB4 adalah 18,57 kV. Nilai ini sudah melampaui batas yang ditentukan oleh SPLN No 72 Tahun 1987 untuk tegangan terima terendah sebesar 19 kV atau turun tegangan sebesar 5 % dari tegangan kerja 20 kV. Total beban pada feeder TB4 ini adalah sebesar 2,3 MW dan rugi daya sebesar 80 kW. Panjang feeder dari pembangkit hingga ujung feeder adalah 35,6 km. Berdasarkan dari hasil analisa aliran daya nilai jatuh tegangan pada feeder ini tidak memenuhi standar, maka perlu dilakukan perbaikan jatuh tegangan. Perbaikan jatuh tegangan dilakukan dengan menggunakan feeder express pada feeder TB4 PLTD Toboali. Besarnya jatuh tegangan pada feeder TB4 berkurang setelah penambahan feeder express dari 1,13 kV menjadi 0,57 kV sehingga tegangan terima pada ujung feeder 19,13 kV dan rugi daya sebesar 30 kW. Nilai ini sudah memenuhi standar jatuh tegangan sesuai SPLN 72:1987.
Kata kunci : Feeder, Feeder Express, Jatuh tegangan, Rugi daya.