Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Suci Pebriani, (NIM. 2011211047)
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2018-12-28 06:35:29
Abstract :
Colletotrichum musae merupakan cendawan yang menyebabkan penyakit antraknosa pada buah pisang. Pengendalian dengan fungisida sintetik dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan pengendalian yang ramah lingkugan yaitu menggunakan fungisida nabati dari rimpang lengkuas atau rimpang kencur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang lengkuas atau ekstrak rimpang kencur dalam menghambat pertumbuhan cendawan Colletotrichum musae. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi KP2 Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung pada bulan April sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAFL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu ekstrak tanaman (E) dengan 2 taraf perlakuan yaitu ekstrak rimpang lengkuas dan ekstrak rimpang kencur. Faktor kedua adalah konsentrasi (K) dengan 6 taraf perlakuan yaitu 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Analisis data menggunakan ANOVA taraf ? 5% dan uji lanjut menggunakan DMRT taraf nyata ? 5% menggunakan Statistical Analitic System (SAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang lengkuas atau ekstrak rimpang kencur dengan konsentrasi 30% merupakan konsentrasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum musae pada buah pisang Ambon.