Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Maria Jeane Inggrid, (NIM. 1031111004)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2019-02-26 07:48:13
Abstract :
Pit Limoa Tambang Air Laya (TAL) Extention Timur merupakan bagian dari kawasan tambang Air Laya yang salah satu daerah Izin Usaha Pertambangan Batubara milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Metode penambangan yang diterapkan di lokasi adalah metode excavator and truck. Alat mekanis yang digunakan aktual pada lokasi ini adalah 1 unit Excavator Komatsu PC 800 SE dan 6 unit Dump Truck Hino 500 LM. Target produksi batubara di Pit Limoa TAL Extention Timur pada bulan Oktober 2015 adalah sebesar 180.000 ton, tetapi kemampuan produksi alat gali-muat hanya sebesar 156.179,39 ton dengan waktu kerja efektif selama 14,07 jam/hari dan produksi untuk alat angkut hanya sebesar 129.245,20 ton dengan waktu kerja efektif 13,97 jam/hari. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja peralatan mekanis tersebut dalam mencapai target.
Evaluasi dalam mencapai target produksi batubara dilakukan dengan cara menghitung produktivitas, efisiensi kerja dan faktor keserasian kerja. Data yang diperlukan untuk memperoleh nilai-nilai tersebut adalah waktu edar alat, waktu kerja efektif, jumlah pengisian bucket, densitas dan faktor pengembangan batubara. Data tersebut diolah dengan menggunakan rumus pemindahan tanah mekanis dan dianalisa berdasarkan literatur yang terkait dengan masalah tersebut.
Setelah dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja alat mekanis maka perlu dilakukan perbaikan waktu kerja efektif untuk masing-masing alat menjadi 15,61 jam/hari dan penambahan unit alat angkut dari 6 unit menjadi 7 unit. Terjadi perubahan keserasian kerja antara alat gali-muat dan alat angkut yang sebelumnya sebesar 0,83 menjadi 0,97. Kemampuan produksi yang dihasilkan oleh alat gali-muat setelah dievaluasi menjadi sebesar 192.291,14 ton dan kemampuan produksi alat angkut, setelah dilakukan evaluasi adalah sebesar 188.236,03 ton.