Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Dinda Wiranti, (NIM. 2031311006)
Subject
SF Animal culture
Datestamp
2019-03-01 04:23:27
Abstract :
Kupu-kupu adalah serangga yang dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Aktivitas penambangan timah di Bangka Belitung mengakibatkan kerusakan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Belitung pada enam lokasi, yaitu lahan revegetasi umur 0 tahun (belum direvegetasi), 1-5 tahun, 5-10 tahun, 10-20 tahun, lebih dari 20 tahun, dan hutan Gunung Tajam, dengan menggunakan metode transek Pollard dan teknik sweeping net selama 3 hari di masing-masing lokasi penelitian. Keanekaragaman kupu-kupu tertinggi ditemukan di hutan Gunung Tajam (32 spesies), selanjutnya diikuti oleh lahan revegetasi umur lebih dari 20 tahun (20 spesies), lahan revegetasi umur 10-20 tahun (15 spesies), umur 5-10 tahun (14 spesies), umur 1-5 tahun (7 spesies), dan lahan revegetasi umur 0 tahun (2 spesies). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener di lahan revegetasi umur 0 tahun tergolong rendah (H? = 0,56), lahan yang di revegetasi tergolong sedang (H? = 1,47 ? 2,96), dan di hutan Gunung Tajam tergolong tinggi (H? = 3,2). Keanekaragaman kupu-kupu di lahan revegetasi diduga berkaitan dengan tumbuhan pakan dan kondisi mikroklimat di lokasi tersebut. Keanekaragaman kupu-kupu di lahan revegetasi meningkat seiring dengan lamanya umur revegetasi, selain itu semakin tua umur revegetasi terdapat perubahan pada komunitas kupu-kupu yang ditemukan di lokasi revegetasi tersebut. Oleh karena itu, keberadaan kupu-kupu potensial untuk dijadikan sebagai indikator keberhasilan lahan revegetasi pasca tambang timah.