DETAIL DOCUMENT
Orientasi politik tokoh masyarakat dan implikasinyadalam kampanye(Studi Terhadap Pemanfaatan Tokoh Masyarakat Bugis dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung Tahun 2017 di Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Sundari, (NIM. 5011311087)
Subject
HM Sociology 
Datestamp
2019-03-06 08:53:16 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi politik tokoh masyarakat Bugis dan implikasinya terhadap pemilih dalam menentukan calon kandidat pada pemilihan gubernur Bangka Belitung tahun 2017. Penelitian ini dilakukan di Desa Batu Belubang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Teori yang digunakan adalah teori hegemoni dari Anthonio Gramsci, dalam teori tersebut menjelaskan bahwa hegemoni adalah penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Artinya kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati ide-ide darib penguasa tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi politik tokoh masyarakat Bugis pada pemilihan gubernur Bangka Belitung yaitu mencari pemimpin yang berkualitas, sehingga tokoh masyrakat tersebut ikut mensukseskan kampanye calon kandidat di Desa Batu Belubang yaitu dengan menjadi tim sukses dari calon dan ada juga hanya sebagai simpatisan saja. Akan tetapi sama-sama mempunyai pengaruh dalam kesuksesan kampaye calon tersebut. Orientasi politik tokoh masyarakat Bugis pada pemilihan gubernur Bangka Belitung tahun 2017 yaitu cendrung pada pasangan calon kandidat nomor empat Erzaldi-Fatah. Hal tersebut dikarenakan tokoh masyarakat Bugis beranggapan bahwa calon yang didukungnya mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin yang bisa membawa Bangka Belitung ke arah yang lebih baik. Selain itu, antara tokoh masyarakat Bugis dan calon kandidat yang bersangkutan memiliki kedekatan hubungan yang sudah lama sehingga mempermudah pendekatan calon kandidat kepada tokoh masyarkat Bugis. Orientasi politik tokoh masyarakat Bugis tersebut berimplikasi terhadap pemilih dalam menentukan pilihan pada pemilihan gubernur Bangka Belitung tahun 2017. Implikasinya yaitu sebagian besar masyarakat Bugis mengikuti pilihan tokoh masyarakat, meski tidak menutup kemungkinan ada yang tidak memiliki pemikiran yang sama dengan tokoh masyarakat yaitu memilih calon sesuai dengan pilihan hati tanpa adanya pengaruh dari tokoh masyarakat. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung