Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Rico Maruli, (NIM. 2031411043)
Subject
QH301 Biology
Datestamp
2019-06-13 04:37:42
Abstract :
Taman Wisata Alam Jering Menduyung adalah salah satu hutan konservasi di pulau Bangka yang memiliki tipe ekosisem alami yang beragam diantaranya hutan dataran rendah, hutan pantai, hutan mangrove. Perbedaan kondisi lingkungan dan fisik kimia tanah setiap ekosistem diduga berpengaruh pada keanekaragaman dan peran serangga tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendata dan membandingkan keanekaragaman serangga tanah serta perannya di hutan dataran rendah, hutan pantai, dan hutan mangrove Taman Wisata Alam Jering Menduyung. Pengambilan serangga tanah dilakukan dengan metode perangkap sumuran dan pencuplikan contoh tanah. Hasil penelitian menunjukkan setiap ekosistem memiliki komposisi serangga tanah yang berbeda-beda. Serangga tanah yang jumlah individunya tinggi di hutan dataran rendah adalah Chrysomelidae sp., Dermestidae sp.1, Nitidulidae sp., Staphylinidae sp.2, Anisolabididae sp., Drossophilidae sp.1, Schiaridae sp., Sphaeroceridae sp., Hypoponera sp. Serangga tanah yang jumlah individunya tinggi di hutan pantai adalah Blattellidae sp.1, Solenopsis sp. Trichoceridae sp,1, sementara serangga tanah yang jumlah individunya di hutan mangrove adalah Lordomyrma sp. and Gryllidae sp.1. Perbandingan serangga tanah fitofagus, predator, dan perombak di tiga tipe ekosistem menunjukkan pola nilai dominansi yang berbeda-beda. Serangga tanah kelompok predator, fitofagus, dan perombak di hutan dataran rendah memiliki nilai dominansi yang rendah. Hutan pantai menunjukkan kelompok predator memiliki nilai dominansi jauh lebih tinggi dibandingkan fitofagus dan perombak. Hutan mangrove menunjukkan kelompok fitofagus dan perombak memiliki nilai dominansi rendah, sementara predator mendominasi. Keanekaragaman serangga tanah di tiga ekosistem dipengaruhi oleh ketebalan serasah, bobot isi, pH tanah, kelembaban tanah, dan salinitas tanah.