DETAIL DOCUMENT
Evaluasi teknis pengolahan mineral ikutan timah di bidang pengolahan mineral (bpm) unit metalurgi muntok PT TIMAH TBK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
M. Ridho Virgiawan, (NIM. 1031311029)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy 
Datestamp
2019-06-24 01:09:23 
Abstract :
Sejak tahun 2017 PT Timah Tbk telah melakukan pengolahan bijih Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dengan kadar timah rendah yaitu ± 10 - 30 %wt. Guna meningkatkan kadar timah dan produk mineral ikutannya menjadi high grade (>70% wt) perlu dilakukan optimasi proses pengolahan berdasarkan karakteristik fisik mineral. Sampling dilakukan pada umpan (lima fraksi) dan produk hasil pengolahan yang mewakili pengaturan berbeda nilai parameter alat dengan replikasi minimal satu kali. Pengamatan respon dilakukan pada produk magnetik alat Induced Roll Magnetik Separator (IRMS) dengan parameter laju pengumpanan (250, 320, 380, 420 dan 470 gr/10s), bukaan splitter (10, 15 dan 20 mm dari rol magnet) dan kuat arus listrik diatur pada (2, 4, 6, 8, 10, 12, 14 ampere). Adapun pada High Tension Roll Separator (HTRS) pengamatan dilakukan pada produk konduktor dengan parameter laju pengumpanan (250, 630 dan 2100 gr/10s), bukaan splitter (13, 16 dan 19 cm dari rol) dan kuat arus listrik diatur (1, 2 dan 3 miliampere). Produk konsentrat Air Table dengan parameter pengujian yaitu kemiringan meja (5,35o, 6,42o dan 7,47o) dan tutupan gate diafragma (0, 2,5 dan 5 cm). Sedangkan untuk fraksi ayakan Round Screen dengan parameter pengujian yaitu laju pengumpanan (261, 1197 dan 3178 gr/10s). Data sampel dan parameter kemudian dianalisa dan dioptimasi dengan metode statistik regresi dan respon permukaan. Hasil optimasi IRMS menunjukkan kondisi parameter terbaik berada pada daerah 1-4 ampere kuat arus listrik dan 10-11 mm bukaan splitter. Kondisi optimasi HTRS berada pada daerah <1,5 miliampere untuk kuat arus listrik dan 14 cm untuk bukaan splitter. Kondisi optimasi Air Table berada pada 7,0o untuk kemiringan meja dan 0 cm untuk tutupan gate diafragma. Sedangkan untuk Round Screen kondisi parameter laju pengumpanan terbaik yaitu 3178 gr/10s. Hasil pemodelan dan simulasi proses pengolahan IRMS menunjukkan adanya peningkatan kadar ilmenite sebesar 20 %wt, recovery 20% dan efisiensi pengolahan >20%. Sedangkan pada proses pengolahan HTRS menunjukkan adanya penurunan kadar kasiterit sebesar 4 %wt, namun terjadi peningkatan recovery sebesar 6% dan efisiensi pengolahan >6%. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung