DETAIL DOCUMENT
Pengaruh kecepatan aliran dan debit aliran terhadap peningkatan perolehan konsentrat bijih timah dalam tailing pada alat secondary lobby box skala laboratorium
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Dede Setiawan, (NIM. 1031211018)
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2020-04-08 04:47:30 
Abstract :
Tailing merupakan hasil dari proses penambangan atau pengolahan bijih mineral yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Adanya kadar didalam tailing sebagai bukti bahwa ada losses mineral kasiterit yang ikut terbuang masih bernilai ekonomis. Untuk mengurangi losses mineral kasiterit dalam tailing, alat yang digunakan adalah secondary lobby box. Percobaan pencucian tailing timah dilakukan sebanyak 6 kali meliputi debit alir serta kecepatan aliran air yang diberikan berbeda-beda dipengaruhi oleh bukaan kran air yang membentuk sudut partisi pada alat percobaan secondary lobby box. Masing-masing sudut tersebut adalah 15?, 30?, 45?, 60?, 75?, dan 90?. Dari masing-masing percobaan digunakan umpan berupa tailing dengan berat setiap percobaan 5 kg (kadar 0,47%). Pada kedudukan kran 15? debit alir 20,5 L/menit dan kecepatan aliran air 0,017 M/detik dihasilkan kadar 1,19% dan recovery 76%, kedudukan 30? debit alir 23,5 L/menit dan kecepatan aliran air 0,020 M/detik dihasilkan kadar 1,22% dan recovery 73%, kedudukan 45? debit alir 26 L/menit dan kecepatan aliran air 0,022 M/detik dihasilkan kadar 1,25% dan recovery 68%,, kedudukan 60? debit alir 28,7 L/menit dan kecepatan aliran air 0,025 M/detik dihasilkan kadar 1,28% dan recovery 65%, kedudukan 75? debit alir 32,6 L/menit dan kecepatan aliran air 0,028 M/detik dihasilkan kadar 1,30% dan recovery 53%, dan kedudukan 90? debit alir 41 L/menit dan kecepatan aliran air 0,035 M/detik dihasilkan kadar 2,26% dan recovery 50%. Kadar konsentrat paling tinggi yaitu 2,26% serta recovery yang diinginkan pada proses pemisahan tailing adalah recovery terendah yaitu 50% terdapat pada kedudukan kran 90?. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemisahan produk berupa tailing mengalami kenaikan yang signifikan dari kadar umpan 0,47% menjadi 2,26% dan merubah produk tailing menjadi bijih yang bernilai ekonomis. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung