Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Suhaimi, (NIM. 1041311060)
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2020-04-08 08:23:48
Abstract :
Tanah merupakan material dasar yang sangat penting dalam bidang konstruksi, sebab pada tanah inilah suatu konstruksi bertumpu. Namun tidak semua tanah baik digunakan, karena ada beberapa jenis tanah dasar yang dijumpai dilokasi pembangunan memiliki sifat yang kurang menguntungkan baik dari segi daya dukung tanahnya maupun dari segi penurunan (deformasi) tanahnya seperti pada skripsi ini pada oprit jembatan baturusa dimana kondisi eksisting merupakan rawa- rawa dengan beberapa lapisan tanah lempung lunak dan tidak stabil sehingga perlu dilakukan analisis, analisis yang digunakan menggunakan software plaxis dengan membandingkan kondisi tanah timbunan dengan perkuatan geotekstil dan tanpa perkuatan geotekstil. Analisis di modelkan menjadi 20 model dengan variasi yang berbeda untuk mengetahu nlai deformasi dan angka keamanan pada oprit jembatan baturusa. Geotekstil yang digunakan jenis waven 250 gsm dengan kuat tarik 1178 kN/m, pengujian laboratorium yang dilakukan seperti pengujian berat jenis dan pengujian direct shear. Berdasarkan hasil analisis pada tanah timbunan didapatkan penggunaan geotekstil tidak berpengaruh secara signifikan dalam menekan deformasi yang terjadi dikarenakan mekanisme dari geotekstil dalam meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menahan beban vertikal dari timbunan dan merubahnya menjadi tegangan lateral yang ditahan oleh kuat tarik dari geotekstil. Nilai angka keamanan pada tanah timbunan semakin meningkat akibat penambahan geotekstil. Semakin banyak lapisan geotekstil maka persentase nilai angka keamanan pun akan naik, hal ini dikarenakan geosintetik dapat memberikan perkuatan pada lapisan tanah dasar dengan menyebarkan beban ke arah yang lebih luas sehingga dapat mereduksi tegangan, hal ini dapat dilihat pada sta 0+225 presentase kenaikan penggunaan geotekstil mencapai 55,532 % dengan 5 lapisan geotekstil.