Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Nadhifah Raniah, (NIM. 2031711026)
Subject
QL Zoology
Datestamp
2021-09-24 02:43:24
Abstract :
Ekosistem mangrove Munjang Desa Kurau Barat merupakan habitat bagi kepiting bakau. Mangrove umumnya memiliki beberapa tipe zonasi yang membentuk vegetasi didalamnya. Pembagian zonasi mangrove ini sangat mempengaruhi kelangsungan hidup biota asosiasi mangrove salah satunya kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman kepiting bakau di ekosistem di kawasan hutan mangrove munjang Desa Kurau Barat, mendata jenis serta menganalisis struktur vegetasi mangrove munjang Desa Kurau Barat dan menganalisis hubungan asosiasi kelimpahan kepiting bakau dengan jenis vegetasi mangrove di kawasan hutan mangrove munjang Desa Kurau Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021 yang berlokasi di kawasan Hutan Mangrove Munjang Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan transek plot. Hasil penelitian diperoleh diperoleh jenis kepiting bakau yaitu 52 individu yang terdiri dari 4 jenis yaitu Scylla serrata, Scylla olivacea, Scylla tranquebarica dan Scylla paramamosain. Jenis kepiting bakau yang paling banyak diperoleh adalah spesies Scylla serrata sebanyak 26 individu, kemudian diikuti oleh Scylla tranquebarica sebanyak 12 individu, Scylla olivacea sebanyak 9 individu dan Scylla paramamosain sebanyak 5 individu. Indeks keanekaragaman kepiting bakau pada kawasan tersebut tergolong rendah dengan nilai rata-rata H? sebesar 0,68 dan kelimpahan jenis kepiting bakau yang tertinggi adalah spesies Scylla serrata yaitu sebesar 26 ind/m2. Vegetasi mangrove pada keempat zona penelitian terdiri dari 12 jenis yaitu Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Xylocarpus granatum, Excoecaria agallocha, Bruguiera sexangula., Heritiera littoralis, Nypa fruticans, Acrostichum speciosum, Calamus manan, Melaleuca leucadendra, Clerodendron inerme, Podocarpus macrophyllus dan Hibiscus tiliaceus. Hasil analisis komponen utama menunjukkan bahwa semakin optimum nilai salinitas, suhu, DO, kedalaman air, tutupan kanopi, INP maksimal dan persentase substrat berlumpur maka akan semakin tinggi nilai kelimpahan dan keanekaragaman jenis kepiting bakau.