Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Firsty Vanezza Gabriela, (NIM. 2031711022)
Subject
QR Microbiology
Datestamp
2021-09-24 02:54:48
Abstract :
Aktivitas penambangan timah di daratan menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Pemulihan lahan terdampak ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga pengaplikasian Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang mengandung bakteri penghasil Asam Indol-3-Asetat (AIA) menjadi salah satu cara untuk memercepat proses tersebut. Hormon AIA merupakan salah satu hormon kunci bagi pertumbuhan tanaman yang mampu berperan sebagai aktivator respon seluler. Selain tumbuhan, kelompok mikroba, seperti bakteri rhizosfer, juga mampu memproduksi AIA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri rhizosfer penghasil AIA dari tumbuhan Calopogonium sp. dan mengukur kemampuannya dalam menghasilkan AIA. Bakteri rhizosfer yang telah diisolasi dilakukan pengujian hemolisis dan pengukuran konsentrasi AIA secara in-vitro. Hasil uji didapatkan bahwa seluruh isolat bakteri rhizosfer memiliki tipe ?-hemolytic dan sebanyak 10 dari 25 bakteri mampu menghasilkan AIA dengan konsentrasi yang beragam. Genus bakteri yang mampu menghasilkan AIA diduga berasal dari Genus Bacillus, Corynebacterium, Enterococcus, Flavobacterium, Micrococcus, Rhizobium, dan Staphylococcus. Genus Micrococcus (B6) mampu menghasilkan konsentrasi AIA tertinggi (3,02±0,036 µg.mL-1 ), sedangkan Genus Bacillus (C4) menghasilkan konsentrasi AIA terendah (1,32±0,006 µg.mL-1 ). Seluruh genus bakteri rhizosfer tumbuhan Calopogonium sp. berpotensi sebagai PGPR, khususnya sebagai biostimulator dalam biofertilizer, untuk meningkatkan pertumbuhan Calopogonium sp. di lahan pascatambang timah.