Abstract :
Konsumsi rokok di Indonesia merupakan yang tertinggi ketiga di dunia. Salah satu provinsi yang tingkat persentase perokoknya tinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan dan kebijakan pemerintah dalam mengendalikan konsumsi rokok yakni harga rokok, kawasan tanpa rokok, dan pesan bergambar bahaya merokok terhadap konsumsi rokok di Kota Pangkalpinang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner dengan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rokok di Kota Pangkalpinang. Sedangkan harga rokok, kawasan tanpa rokok, dan pesan bergambar bahaya merokok berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap konsumsi rokok di Kota Pangkalpinang. Hasil pengujian secara simultan menemukan bahwa pendapatan, harga rokok, kawasan tanpa rokok, dan pesan bergambar bahaya merokok berpengaruh signifikan terhadap konsumsi rokok di Kota Pangkalpinang.