Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Nur Aulia Zamani, (NIM. 1061711009)
Subject
QD Chemistry
Datestamp
2022-06-09 03:00:21
Abstract :
Daun laban (Vitex pinnata L.) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat tradisional yang tersebar di Kepulauan Bangka Belitung. Metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun laban adalah alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Ekstrak daun laban dikembangkan dalam bentuk sediaan nanoemulsi yang memiliki kestabilan yang tinggi, luas permukaan yang besar serta memiliki ukuran globul yang kecil sehingga sangat efektif dalam meningkatkan penetrasi sebagai antifungi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massa optimum dari ekstrak daun laban yang terbentuk dalam sediaan nanoemulsi serta mengetahui aktivitas antifungi terhadap fungi Candida albicans dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan menggunakan alat homogenizer pada kecepatan 8.000 rpm selama 30 menit. Komponen penyusun nanoemulsi yaitu VCO 2,5 mL, Tween 80 10 mL dan aquades 37,5 mL dengan variasi massa ekstrak daun laban masing-masing sebesar 0,01 g, 0,02 g dan 0,03 g. Pengujian aktivitas antifungi dan antibakteri dengan metode difusi agar. Nanoemulsi ekstrak daun laban pada massa ekstrak 0,01 g memiliki pH 5, massa jenis 0,9864 gr/mL, nilai viskositas 5,376 cP, nilai persen transmitan tertinggi sebesar 87,154%, ukuran droplet sebesar 243,4 nm dengan nilai PI sebesar 0,292 hasil yang didapatkan termasuk ke dalam kategori nanoemulsi yang optimum. Aktivitas terhadap fungi Candida albicans tidak terbentuk zona bening disekitar kertas cakram pada ekstrak daun laban maupun sediaan nanoemulsi ekstrak daun laban. Kekuatan aktivitas terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus masing-masing massa ekstrak sediaan nanoemulsi yaitu dikategorikan sedang.