DETAIL DOCUMENT
Sistem pembangkit listrik berbasis panel surya mengambang untuk aerasi perikanan (studi di hatchery Universitas Bangka Belitung)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Eki Gusti Pratama, (NIM. 1021611017)
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2022-05-12 06:46:50 
Abstract :
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sudah menjadi keperluan primer bagi manusia. Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan salah satu alternatif sumber energi yang bisa meminimalisir penggunaan listrik PLN. Penggunaan panel surya juga dilakukan di wilayah perairan salah satunya PLTS dengan sistem panel surya yang mengambang (terapung). Pada penerapannya, penggunaan panel surya mengambang sangat berpotensi di wilayah kepulauan, seperti Kepulauan Bangka Belitung. Suatu daerah yang merupakan daerah kepulauan dengan banyak potensi sumber daya alam perairan, seperti tambak. Para peternak ikan biasanya membuka tambak ikan jauh dari pemukiman dan akses listrik juga sangat jauh. Kemudian panel surya akan menghidupkan aerator untuk menimbulkan riakan air sebagai pembentuk oksigen. Panel surya yang digunakan berkapasitas 50 Wp sebanyak 2 unit, menggunakan 4 buah Aerator DC dengan tegangan 12 V dan arus 0,28 A. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sistem aerasi dengan energi yang disalurkan dari panel surya, digunakan untuk menghidupkan aerator yang menghasilkan oksigen pada perairan atau kolam. Hasil penelitian menunjukkan aerator bekerja rata-rata 14 jam dalam sehari, dengan rata-rata nilai tegangan 12,76 V, rata-rata nilai arus 1,16 A, rata-rata nilai daya 15,25 W, Suhu panel dengan rata-rata 29,31 ºC, suhu air 28.25 ºC, radiasi matahari dengan rata-rata 171,73 W/m2 dan energi listrik yaitu 152,54 Wh / hari. Kadar DO yang dihasilkan selama 6 hari rata-rata 4,6 mg/L, aerasi berpengaruh terhadap kadar DO pada kolam dengan peningkatan kadar DO pada kolam 27%. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung