Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Alvareza Chairofta, (NIM. 1021611004)
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Datestamp
2022-05-12 06:59:17
Abstract :
Kendala yang dihadapi oleh teknik hidroponik sistem terapung adalah tidak adanya penambahan air pada kolam hidroponik selama masa tanam, sehingga tinggi muka air (water level) pada kolam terus menurun karena adanya penguapan dan tingkat konsentrasi dari komponen larutan nutrisi tanaman semakin tinggi. Dengan adanya alat ini kita dapat mengatur pH ideal 5,5 - 6,5 yang dibutuhkan tanaman, memantau ketinggian air dan pH air serta dapat menambah air secara otomatis pada kolam hidroponik sistem terapung yang sangat diperlukan untuk mengembalikan kehilangan air, dan menjaga konsentrasi unsur hara tersebut berada pada tingkat yang optimal serta dapat dipantau menggunkan aplikasi blynk. Dari hasil pengujian Alat kendali berfungsi baik dengan menjaga nilai pH agar tetap berada pada nilai pH ideal 5,5 ? 6,5. Pengukuran yang dilakukan 2 kali dalam 1 hari pada pagi dan sore didapatkan hasil pembacaan menggunkan sensor pH pada pagi hari rata-rata nilai pH yang didapat adalah pH 5,85 dan untuk pengukuran pada sore hari adalah pH 6,03 dengan %error steady state yaitu 0,03%. Alat kendali mampu memberikan informasi sesuai dengan program yang dirancang meskipun pada aplikasi blynk terdapat error yaitu, delay jaringan pada pengkoneksian yang membuat aplikasi blynk bekerja kurang maksimal. Delay pada pengoneksian memakan waktu sekitar 60 - 90 detik. Perbandingan pembacaan untuk pengamatan tanaman sawi tanpa alat kendali pH, tanaman terlihat lebih pendek dan memiliki jumlah daun yang lebih sedikit dibandingankan sawi yang menggunakan alat kendali pH.