Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Paizal Basri, (NIM. 5011411046)
Subject
HM Sociology
Datestamp
2022-06-09 07:09:43
Abstract :
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sebagian besar terdiri dari perairan. Luas perairan Indonesia adalah 3.288.630 km2. Sebagai negara Indonesia yang sebagian besar dikelilingi oleh laut, laut menjadi fokus utama penduduk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Salah satu daerah di Indonesia yang sehari-harinya bermata pencaharian sebagai nelayan adalah Desa Penutuk, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola alternasi masyarakat nelayan di Desa Penutuk Kecamatan Lepar Pongok dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan melihat dampak perubahan iklim terhadap masyarakat nelayan di Desa Penutuk Kabupaten Lepar Kecamatan Pongok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim yaitu mereka mengambil pinjaman kepada tengkulak, mengambil upah untuk menebang rumput atau pohon di lahan perkebunan, melihat untuk bekicot untuk laut, menangkap ikan di pantai, membuat gula merah (sawit), dan memperbaiki perahu dan alat tangkap. Nelayan di Desa Penutuk meminjamkan uang kepada tengkulak dan akan mengembalikannya setelah mereka menangkap hasil tangkapannya dari penangkapan ikan. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim bagi masyarakat adalah tidak bisa melaut, akibat ombak yang besar dan otomatis aktivitas nelayan terhenti sementara akibat angin kencang dan dapat membahayakan nelayan itu sendiri jika terpaksa melaut. Jadi, alternasi yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Desa Penutuk adalah untuk dapat bertahan dan diterima di lingkungan yang baru. Menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya, baik penyesuaian terhadap perubahan diri maupun kondisi sosialnya.