Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis apa saja aspek pendorong dan penghambat, mengidentifikasi kontribusi, menganalisis strategi pengembangan Objek wisata dalam upaya meningkatkan PAD Kabupaten Belitung Timur, menganalisis stakeholders yang terlibat, kedudukan, serta hubungan antar stakeholders dalam pengembangan Objek wisata Pantai Punai. Metode analisis berupa analisis deskriptif kualitatif, analisis kontribusi, analisis regresi sederhana, analisis SWOT dan analisis stakeholders. Teknik pengambilan data berupa wawancara , observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian aspek pendorong dan penghambat objek wisata berdasarkan kesimpulan pertama penelitian. Kontribusi Objek wisata Pantai Punai terhadap PAD Kabupaten Belitung Timur mengalami penurunan setiap tahunnya dengan rata-rata kontribusi sebesar 0,035 persen. Hasil analisis regresi diperoleh hubungan positif pendapatan Objek wisata Pantai Punai dengan PAD Kabupaten Belitung Timur, serta keterkaitan yang rendah antar keduanya. Hasil persamaan analisis regresi sederhana kontribusi Objek wisata Pantai Punai terhadap PAD Kabupaten Belitung Timur memiliki hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar keduanya, dikarenakan ukuran PAD Kabupaten Belitung Timur yang berukuran besar, sedangkan nilai dari pendapatan Objek wisata Pantai Punai yang semakin kecil pertahunnya.. Strategi SWOT yang digunakan berupa strategi SO, menciptakan strategi kekuatan untuk merebut peluang. Stakeholder pengelola wisata yakni Kepala Bidang Destinasi dan Industri serta Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Kepariwisataan Kabupaten Belitung Timur, Kepala Desa dan Ketua Karang Taruna Desa Tanjung Kelumpang. Kedudukan seluruh stakeholders berada dalam kategori II (key player) yang memiliki pengaruh dan kepentingan yang tinggi dalam pengelolaan Obyek Wisata Pantai Punai. Hubungan antar stakeholders berupa hubungan kerja (professional) baik sebagai fasilitator, koordinator maupun implementator dengan tujuan bersama untuk memajukan Objek wisata Pantai Punai menjadi lebih baik.