Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Aghata Christin Natalia, (NIM. 1041411004)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2022-03-21 07:01:20
Abstract :
DAS Baturusa merupakan DAS terbesar urutan keempat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah DAS Mancung, DAS Linggang, dan DAS Kurau yang mencakup empat kabupaten dan Kota Pangkalpinang. Maraknya aktivitas tambang ilegal menyebabkan kerusakan DAS di Kepuluan Bang Bangka Belitung, salah satunya DAS Baturusa. Kerusakan yang umum terjadi pada DAS yaitu erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju erosi, persebaran tingkat bahaya erosi (TBE), besar sedimen yang dihasilkan oleh erosi lahan dan penurunan erosi setelah dilakukan simulasi konservasi tanah pada DAS Baturusa. Metode yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah metode USLE, dan data yang digunakan adalah data curah hujan (R), peta jenis tanah (K), peta kemiringan lereng (LS), peta tutupan lahan (C), serta pengelolaan dan konservasi tanah (P). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan metode USLE maka diperolah laju erosi tertinggi pada DAS Baturusa sebesar 4.777,083 ton/ha/tahun dan masuk dalam kategori sangat berat, sedangkan laju erosi terkecil sebesar 12,571ton/ha/tahun masuk dalam kategori sangat ringan. DAS Baturusa di dominasi oleh TBE sangat berat dengan luas 54.624,19 Ha atau 86,028% dari luas total DAS. Besaran sedimen yang dihasilkan oleh erosi pada DAS Baturusa yaitu 2.058.970,298 ton/tahun. Kemudian, dengan dilakukan arahan konservasi tanah pada beberapa satuan unit lahan tertentu, maka terjadi penurunan erosi. Total penurunan laju erosi setelah dilakukan simulasi upaya konservasi tanah yaitu sebesar 18.501.265,83 ton/tahun, dari laju erosi semula 24.277.889 ton/tahun menjadi 5.776.623,649 ton/tahun (76,206%).