Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Happy Dianza, (NIM. 1031411026)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2022-05-24 04:33:07
Abstract :
PT Mitra Stania Prima merupakan perusahaan tambang timah di Pulau Bangka. Tepatnya di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Adapun permasalahan yang di alami perusahaan berupa masih tingginya recovery looses material slurry pada alat Grizzly di unit washing plant sebesar ? 10%. Karena tingginya recovery losses maka perlu dilakukan proses penyaringan tahap awal guna meminimalisir terbuangnya bongkahan clay yang masih banyak terkandung bijih timah. Tujuan penelitian ini adalah upaya meningkatkan kinerja
alat Grizzly untuk mengurangi nilai recovery looses serta menentukan setting alat dan debit laju pengumpanan alat Grizzly yang diteliti. Metode penelitian ini
diawali dengan membandingkan alat perusahaan yang menggunakan Grizzly tanpa screen dan Grizzly menggunakan screen. Selanjutnya dilakukan pengaturan alat
pada Grizzly dengan penambahan screen di lounder feeder box 5 cm, 5,5 cm dan 6 cm. Pengambilan sampel data debit aliran dan ukuran butir pada tailing Grizzly dilakukan sebanyak 30 kali, sampel ini digunakan sebagai salah satu parameter pembanding untuk mengetahui nilai recovery looses Grizzly. Hasil dari penelitian ini sebelum ada penambahan screen didapatkan debit laju pengumpanan sebesar 0,261 m3/s, berat tailing 302,27 kg/jam dengan kadar SnO2 6,11% serta nilai
recovery looses 12,43%. Setelah dilakukan penambahan screen, debit lajupengumpanan yang didapatkan sebesar 0,313 m/s,
berat tailing 294,48 kg/jam, 270,02 kg/jam, 281,47 kg/jam dengan nilai recovery looses SnO2 9,33%, 8,92%, 10,15%. Nilai optimal terendah kadar SnO2 pada tailing dan recovery looses alat Grizzly terdapat pada variabel screen 5,5 cm
dengan debit laju pengumpanan 0,315 m/s dengan penurunan nilai berat tailing menjadi 270,02 kg/jam, kadar SnO2 dalam tailing 4,91% serta recovery looses terendah sebesar 8,92%.