Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Suhendi, (NIM. 1041511064)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2022-04-06 02:02:13
Abstract :
Proyek penggantian Jembatan Air Pelawan di Kecamatan Riau Silip, Bangka merupakan pembangunan jembatan menggunakan pondasi sumuran. Proyek ini sebelumnya direncanakan menggunakan pondasi sumuran namun pihak proyek meminta digantikan menggunakan pondasi tiang pancang sehingga mengakibatkan proses pembuatan jembatan menjadi tertunda tetapi pada akhirnya pondasi yang digunakan tetap menggunakan pondasi sumuran. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan daya dukung dan penurunan tiang yang dihasilkan serta membandingkan anggaran biaya yang diperlukan untuk konstruksi pondasi sumuran dan tiang pancang. Perhitungan daya dukung pondasi berdasarkan pengujian data sondir menggunakan tiga metode yaitu Metode Langsung (Direct Method), Metode Begemann (1963, 1965), Metode Nottingham & Schmertman (1975), perhitungan penurunan pondasi tunggal menggunakan Metode Vesic (1970) dan perhitungan penurunan pondasi kelompok menggunakan Metode Vesic (1977). Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, perhitungan daya dukung pondasi sumuran lebih besar 1,816 kali dari pondasi tiang pancang sedangkan penurunan pondasi sumuran lebih besar 1,409 kali dari pondasi tiang pancang. Pada proyek penggantian Jembatan Air Pelawan, anggaran biaya untuk penggunaan 4 buah pondasi sumuran sebesar Rp. 123.805.154,84 dan untuk penggunaan 48 buah tiang pancang sebesar Rp. 112.099.698,42. Perbandingan anggaran biaya antara penggunaan pondasi sumuran dengan tiang pancang didapatkan anggaran biaya pondasi sumuran lebih besar 1,104 kali anggaran biaya pondasi tiang pancang.