Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
M.Fadhilatur Rahmatullah, (NIM. 1041411042)
Subject
Q Science (General)
Datestamp
2022-04-06 02:04:58
Abstract :
Dalam kondisi pandemi Covid 19 perjalanan mandiri anak tentunya sangat dibatasi dengan beberapa faktor salah satunya adalah faktor tujuan dari perjalanan. Ketika dalam kondisi normal, perjalanan mandiri anak dipengaruhi oleh beragam faktor yaitu, variabel jarak, durasi, karakter rute dari perjalanan serta perjalanan pulang. Namun dalam kondisi pandemi Covid 19 ini faktor perjalanan anak SMP dibatasi hanya rute rumah ke sekolah dan sekolah ke rumah. Hal ini perlu dibatasi karena adanya program pemerintah yang disarankan untuk dapat mengurangi jumlah penderita Covid 19. Permasalahan yang ada ketika kondisi pandemi Covid 19 yang membatasi pergerakan dari anak SMP dimana pada saat usia ini, anak memiliki tingkat keaktivan yang tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang membahas mengenai Pola Perjalanan Siswa SMP Di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan 21 variabel yang terdiri dari, moda transportasi, jarak tempat tinggal, durasi perjalanan, tujuan pulang, karakter tempat tinggal, keberadaan pedestrian, penyebrangan jalan utama, rasio rute langsung, akses kendaraan umum, jenis kelamin, anggota keluarga, pendapatan orang tua, kepemilikan kendaraan, pandangan terhadap kendaraan umum, pandangan terhadap keamanan lalu lintas, pandangan terhadap keamanan lingkungan, pandangan terhadap keberadaan teman, pekerjaan orang tua, waktu berangkat kerja orang tua, waktu pulang kerja orang tua dan yang terakhir adalah izin orang tua. Variabel penelitian diolah setelah menyebarkan kuesioner kepada responden dan diolah dengan menggunakan korelasi variabel dan regresi logistik biner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tempat tinggal siswa dari sekolah dan pendapatan gabungan orang tua merupakan faktor penghambat siswa untuk melakukan perjalanan mandiri ke sekolah yaitu semakin jauh tempat tinggal siswa semakin kecil kemungkinan untuk melakukan perjalanan mandiri. Jenis kelamin dan izin orang tua merupakan faktor pendukung siswa SMP untuk melakukan perjalanan mandiri. Hal ini sesuai karena siswa SMP laki ? laki cenderung lebih memungkinkan untuk melakukan perjalanan mandiri ke sekolah.