Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Srie Hastinah Pratiwi, (NIM. 1041711045)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2022-05-19 04:30:07
Abstract :
Limbah ikan menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran lingkungan karena merupakan limbah organik yang mudah terurai dan membusuk. Limbah ikan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti semen dikarenakan tulang ikan mengandung bahan yang sama dengan komposisi semen yaitu kapur (CaO). Limbah tulang ikan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, namun dibutuhkan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pengolahannya. Penggunaan beton ramah lingkungan diharapkan mampu meminimalisir hasil emisi gas CO2 yang ditimbulkan dari penggunan semen terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai slump yang dihasilkan dengan menggunakan serbuk tulang ikan (STI) sebagai substitusi semen dan pengaruhnya terhadap kuat tekan beton dan porositas beton. Pengujian kuat tekan beton dan porositas beton dilakukan pada umur 7 hari dan 28 hari dengan menggunakan variasi serbuk tulang ikan (STI) 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil pengujian menunjukkan nilai slump tertinggi yaitu pada variasi 0% STI sebesar 9,15 cm dan nilai slump terendah yaitu pada variasi 20% STI sebesar 7,70 cm. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari berturut-turut adalah 28,131 MPa, 21,991 MPa, 16,220 MPa, 17,524 MPa, dan 12,923 MPa. Nilai kuat tekan beton yang memenuhi mutu beton yang direncanakan yaitu variasi 5% serbuk tulang ikan (STI), sedangkan nilai porositas beton pada umur 28 hari berturut-turut adalah 10,037%, 11,164%, 12,429%, 11,545%, dan 12,764%. Penggunaan serbuk tulang ikan sebagai substitusi semen memberikan pengaruh terhadap kuat tekan beton dan porositas beton. Nilai porositas beton juga mempengaruhi nilai kuat tekan beton, yaitu semakin besar nilai porositas beton maka nilai kuat tekan beton yang dihasilkan semakin rendah.