Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Carlos Dolius Nababan, (NIM. 1031611016)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2022-05-19 08:12:17
Abstract :
Aktivitas penambangan di PT KTC Coal Mining and Energi, Muara Teweh melakukan kegiatan penambangan batubara dengan sistem tambang terbuka, metode strip mining. Dalam proses coal getting, menggunakan excavator Hitachi Zaxis PC-200 untuk memenuhi target produksi batubara sebesar 31.000 ton/bulan. Kekerasan batubara salah satu parameter yang mempengaruhi waktu digging batubara, sehingga berdampak pada target yang di tentukan perusahaan. Peneliti saat ini mengambil 3 seam batubara yang aktif dengan melakukan penggalian setiap hari kurang lebih 2 jam 30 menit selama 1 bulan. Dengan menggunakan alat gali muat Hitachi Zaxis PC-200 didapatkan perbedaan cycle time pada setiap seam yaitu: seam 18 sebesar 18,609 detik dengan produktivitas 97,829 ton/jam, seam 19 sebesar 14,764 detik dengan produktivitas 121 ton/jam dan seam 20 sebesar 17,78 detik dengan produktivitas 97,87 ton/jam untuk sekali pemuatan batubara ke dalam dump truck. Dilakukan analisis pengaruh kekerasan batubara (Hardgrove Grindability index) terhadap produktivitas alat gali muat dengan menggunakan alat Wellace grove yang lalu mendapatkan nilai kekerasan batubara setiap seam yaitu seam 18 sebesar 52,06 skala HGI, seam 19 sebesar 74,54 skala HGI, dan seam 20 sebesar 58,40 skala HGI. Akibat perbedaan ini mengakibatnya hasil produksi dari setiap seam tidak sama walaupun menggunakan satu alat yang sama dalam proses coal getting. Dari 3 sampel data yang dianalisis peneliti didapatkan disimpulkan bahwa, pengaruh dari kekerasan batubara besar, semakin besar nilai HGI dari batubara maka akan semakin cepat untuk digging time batubaranya, namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas excavator pada saat coal getting yaitu efisiensi kerja, kapasitas mangkok, faktor pengisian, swing angle, pemeliharaan alat, operator,dan swell factor waktu kerja.