Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Yoziandika, (NIM. 4011711074)
Subject
K Law (General)
Datestamp
2024-07-05 01:37:29
Abstract :
Terbentuknya hubungan hukum antara bank dengan nasabah yang terjadi dalam akad murabahah ternyata masih menyisakan persoalan yang berpotensi menimbulkan sengketa di dalamnya. Dalam pelaksanaan akad murabahah, tidak jarang debitur tidak dapat melaksanakan prestasinya. Permasalahan bermula dari debitur yang telat membayar sehingga tidak mampu memenuhi prestasinya untuk melunasi sisa hutangnya lalu debitur itu menghindar ketika pihak bank syariah berusaha melakukan penagihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa unsur wanprestasi yang ada di dalam akad pembiayaan murabahah serta untuk mengetahui upaya penyelesaian sengketa seperti apa yang dilakukan oleh pihak bank syariah agar terhindar dari kerugian akibat dari nasabah yang wanprestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, dengan menggunakan peraturan perundang-undangan dan hasil wawancara dengan narasumber sebagai data. Nasabah yang tidak melakukan pembayaran disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena tidak maksimalnya analisis resiko yang dilakukan oleh pihak bank syariah terhadap calon nasabah. Upaya yang dilakukan oleh pihak bank syariah dalam menyelesaikan sengketa wanprestasi cenderung mengedepankan penyelesaian sengketa secara kekeluargaan atau musyawarah dengan nasabah yang wanprestasi. Selain itu pihak bank juga memiliki mekanisme untuk memberikan surat peringatan kepada nasabah yang wanprestasi tetapi, tidak efektif dalam menyelesaikan sengketa.