Abstract :
Nutrient Film Technique (NFT) merupakan salah satu teknik hidroponik yang menggunakan lapisan tipis nutrisi yang relatif efisien dan dapat digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura salah satunya tanaman selada. Sistem NFT umumnya menggunakan gully dengan permukaan dasar yang datar untuk mengalirnya larutan nutrisi. Gully dengan permukaan cekung, seperti pipa PVC juga dapat digunakan untuk sistem NFT. Diameter gully diduga berpengaruh terhadap efisiensi penyerapan nutrisi sehingga memengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter gully silinder dan umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juli 2021 di Kebun Penelitian dan Percobaan Universitas Bangka Belitung. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok splitplot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri atas tiga taraf diameter gully yaitu 2 inci (A1), 2.5 inci (A2), dan 3 inci (A3). Anak petak terdiri atas tiga taraf umur bibit yaitu 7 hari setelah semai (P1), 10 hari setelah semai (P2), dan 14 hari setelah semai (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran gully silinder berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, berat tanaman, dan berat panen tanaman selada. Umur bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, berat tanaman, dan berat panen tanaman selada. Berat basah akar, berat kering akar, dan panen tanaman selada dipengaruhi oleh interaksi antara ukuran diameter gully silinder dan umur bibit. Hidroponik NFT tanaman selada dengan produksi tertinggi didapatkan pada kombinasi gully silinder diameter 2 inci dan umur bibit pada 14 hari setelah semai.