Abstract :
Sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor ekstrak daun simpur (Dillenia indica) yang mampu meminimalisir penggunaan bahan anorganik yang berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Nanopartikel perak dengan metode bioreduksi, larutan bioreduktor dicampur dengan prekursor AgNO3 tanpa penambahan PVA dan penambahan PVA dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 0,75%, 1,5% dan 3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh PVA terhadap karakteristik nanopartikel perak terhadap aktivitas antibakteri. Hasil analisi UV-Vis menentukan panjang gelombang maksimum pad daerah serapan dari sampel pada variasi PVA 0%; 0,75%; 1,5% dan 3% menunjukkan nilai absorbansi 349 nm; 553 nm; 448 nm; dan 429 nm. Analisis gugus fungsi pada ekstrak daun simpur dan Ag/PVA 0,75% menggunakan Spektrofotometer FTIR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bilangan gelombang 3443 cm-1 dan 3441 cm-1 adanya gugus O-H serta pada bilangan gelombang 1640 cm-1 dan 1638 cm-1 adanya gugus C=O. Ukuran nanopartikel perak ditentukan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), ukuran rata-rata nanopartikel perak tanpa penambahan PVA yaitu 13,95 nm sedangkan penambahan PVA 0,75% dan 3% yaitu 14,35 nm dan 8,19 nm. Nanopartikel perak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Stappylococcus aureus. Daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus tertinggi pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat sebesar 10,33 mm dan 11,58 mm kategori kuat.