Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Dea Shafira Rakhman, (NIM. 1061811002)
Subject
QD Chemistry
Datestamp
2022-08-19 02:05:44
Abstract :
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit inflamasi kulit kronis, di mana 85% remaja di Indonesia mengalami jerawat. Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri seperti, Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dengan menggunakan antibiotik secara terus-menerus dapat menimbulkan efek samping serta resistensi terhadap antibiotik. Limbah buah jeruk kunci (Citrus microcarpa x Bunge) merupakan salah satu bahan alami yang dapat dikembangkan sebagai agen antibakteri. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai skrining fitokimia yang terdapat dari beberapa ekstrak limbah buah jeruk kunci dan potensi beberapa ekstrak tersebut sebagai antibakteri jerawat. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi kimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan mengandung tanin dan steroid. Ekstrak etil asetat mengandung flavonoid, tanin dan steroid, sedangkan ekstrak etanol mengandung flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram, menunjukkan aktivitas antibakteri yang berbeda pada tiap pelarut. Pada bakteri Propionibacterium acnes ekstrak n-heksan memiliki kekuatan zona hambat kategori lemah sebesar 4,6 mm hingga sedang sebesar 8,77 mm, sedangkan ekstrak etanol memiliki kekuatan zona hambat kategori sedang sebesar 9,18 mm hingga kuat sebesar 11,14 mm. Etil asetat memiliki kekuatan zona hambat kategori kuat sebesar 16,51 mm. Pada bakteri Staphylococcus aureus ekstrak n-heksan memiliki kekuatan zona hambat kategori lemah sebesar 4,61 mm hingga sedang sebesar 7,85 mm, ekstrak etanol memiliki kekuatan zona hambat kategori sedang sebesar 9,58 mm hingga kuat sebesar 11,17 mm. Etil asetat memiliki kekuatan zona hambat kategori kuat sebesar 17,37 mm. Penentuan golongan senyawa secara kualitatif dengan spektroskopi FTIR menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat pada ekstrak etil asetat telah terkonfirmasi dengan adanya gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, C-O, CH-(CH3)2 dan C-H aromatik. Saran dari penulis diperlukan penelitian lebih lanjut terkait senyawa murni yang aktif sebagai antibakteri.