Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Lidiadiningsih., (NIM. 5021711025)
Subject
HD61 Risk Management
Datestamp
2022-12-27 03:30:00
Abstract :
Penelitian ini mengenai resistensi yang dilakukan oleh kelompok struktur bawah (masyarakat) terhadap kelompok struktur atas (pengusaha dan pemerintah). Resistensi dalam bentuk protes mmuncul karena adanya PT. Bangka Asindo Agri yang berdiri di wilayah permukiman warga dengan jarak yang kurang dari 1 kilometer, wilayah berdirinya PT. Bangka Asindo Agri bukan di
wilayah industri dan kurang optimal dalam pengelolaan limbah hasil produksi sehingga ini menjadi pemicu konflik di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka. Akibatnya masyarakat terbagi menjadi 2 kelompok yakni, kelompok pro dan kontra. Kelompok masyarakat yang kontra melakukan resistensi terhadap PT. Bangka Asindo Agri selaku penyebab. Tujuan penelitian mengetahui bentuk
resistensi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka dan peluang keberhasilan dalam melakukan resistensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kelompok masyarakat kontra melakukan
resistensi dengan 2 bentuk yakni;(1) Resistensi terbuka berupa mendatangi sejumlah pemerintah setempat dan perusahaan, petisi dengan hasil 1.255 tanda tangan agar pabrik di tutup, memasang spanduk, protes di media sosial, pengumpulan KTP (Kartu Tanda Pengenal) dan tanda tangan untuk menggugat PT. Bangka Asindo Agri dengan hasil 1900 tanda tangan dan fotokopi KTP (Kartu
Tanda penduduk), gugatan ke pengadilan PT. Bangka Asindo Agri. (2) Resistensi tertutup berupa penarikan rasa hormat. Resistensi ini dikatakan berhasil dianalisis menggunakan teori James C. Scott yang membagi resistensi menjadi 5 fase, yakni (1) Fase pergerakan ditandai dengan munculnya bau limbah. (2) Fase membangun kesadaran pada kelompok ini tidak memiliki pemimpin secara terang-terangan namun setiap anggota saling mengarahkan, memotivasi agar terus melakukan resistensi dan menyusun strategi-strategi yang akan dilakukan selanjutnya. (3)Fase membangun pergerakan yang dilakukan kelompok ini adalah
melakukan resistensi dari tahun 2017 sampai berakhirnya konflik ditahun 2020 seperti melakukan protes kepada pemerintah terkait pembangunan pabrik tersebut, melakukan protes di media sosial dan berakhir dengan gugatan di pengadilan. (4) Fase mempengaruhi kelompok sasaran dilakukan dengan memasang spanduk berisi tulisan protes masyarakat terhadap perusahaan dan
pemerintah setempat, protes yang dilakukan di media sosial seperti facebook dan instagram, protes yang dilakukan melalui media cetak dan radio RRI guna memperoleh dukungan. (5) Face capaian ditandai dengan mampunya kelompok ini mempengaruhi orang banyak sehingga mampu mendapatkan simpati, dukungan serta bantuan dari pemerintah pusat terkait permasalahan yang terjadi.