Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Novira Rahmawati, (NIM. 1031511035)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2023-03-09 01:49:33
Abstract :
Proses pencucian biji timah mempunyai peran penting dalam kegiatan produksi, sehingga proses pencucian perlu dilakukan secara optimal agar konsentrat yang didapat sesuai dengan keinginan pasar yang bernilai ekonomis. Pemisahan biji timah dari mineral pengotornya dapat dilakukan dengan penggunaan alat sluice box. Perancangan alat sluice box dengan skala laboratorium perlu dilakukan untuk mendapatkan kinerja alat yang baik agar menghasilkan konsentrat yang optimal. Sampel yang digunakan pada alat sluice box secara actual yaitu 30 kilogram dilakukan sebanyak 15 percobaan. Perhitungan nilai kadar sn dari hasil pencucian digunakan metode grain counting analysis (GCA) pada 15 sampel. Penentuan nilai recovery tiap sampel dilakukan melalui perhitungan antara perolehan kadar dan berat yang dihasilkan tiap mesh. Variabel yang digunakan adalah kemiringan sluice box 50, kecepatan laju air pada debit 0,338 l/s, riffle yang digunakan yaitu rongga kasar dan rongga halus, dan ukuran sample (10 mesh, 20 mesh, 30 mesh, 40 mesh, 50 mesh, 70 mesh, 100 mesh, 140 mesh, 200 mesh, dan -200 mesh). Setiap riffle pada alat sluice box menggunakan riffle karpet. Pengujian menggunakan grain counting analysis (GCA) untuk mengetahui karakter fisik umpan pada alat sluice box. Menghitung nilai CC serta pengaruh ukuran butir dan bukaan rongga terhadap kadar dan recovery menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil percobaan menunjukkan umpan sluice box terdiri dari mineral kuarsa 84,007%, ilminite 13,585%, hematit 12,063%, cassiterite 9,652%, pyrite 2,420%, monazite 1,650%, magnetite 1,064%, biotite 0,68%, siderite 0,422%, turmaline 0,302%. Rata-rata nilai kadar sn menggunakan metode grain counting analysis (GCA) sebesar 9,625% dan nilai rata-rata kadar sn menggunakan xrf sebesar 41,42%.