Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Gilang Setiyo Permadi, (NIM. 5011711030)
Subject
HM Sociology
Datestamp
2023-01-17 06:37:03
Abstract :
Tertutupnya akses atas tanah bagi masyarakat merupakan suatu permasalahan yang menarik untuk dikaji, karena tanah merupakan sumber daya yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Tertutupnya akses atas tanah dirasakan oleh masyarakat adat yang memiliki sejarah dan relasi terhadap hutan adat yang mengakibatkan masyarakat adat tereksklusi dari tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya eksklusi masyarakat adat dan implikasi dari eksklusi terhadap kehidupan masyarakat adat. Teori yang digunakan dari Hall, Hirsch, dan Li tentang kuasa eksklusi. Metode studi kasus digunakan karena kekhasan pada kasus serta subjek penelitiannya yang unik dan berbeda dengan subjek lainnya. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses terjadinya eksklusi diawali dari masyarakat adat mengakses tambang timah dan ekspansi korporasi perkebunan kelapa sawit PT. Gunung Pelawan Lestari. Ekspansi perkebunan kelapa sawit mengeksklusi masyarakat adat dari tanahnya, eksklusi agraria bekerja melalui mekanisme pasar, didukung regulasi pemerintah daerah dalam menerbitkan izin konsesi, cara-cara pemaksaan baik secara halus maupun kasar, dan dilegitimasi oleh norma adat. Eksklusi berimplikasi terhadap kehilangan tanah, tercerabutnya akar identitas kultural dan konflik internal masyarakat adat yang merusak tatanan kekerabatan dan interaksi sosial.