Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Arjuna Tampubolon, (NIM. 1031611011)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2023-03-16 07:06:20
Abstract :
PT Mitra Stania Prima merupakan tambang bijih timah yang terletak di Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Permasalahan di lokasi penelitian menunjukkan belum tercapainya produksi, sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional penambangan. Tujuan dilakukan penelitian ini guna meningkatkan target produksi terhadap biaya operasional yang dikeluarkan. Metode penelitian menggunakan program linear dan bunching effect. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2021 dengan menghitung jumlah alat operasional penambangan yang tersedia serta cycle time pada alat tersebut. Data cycle time diambil sebanyak 270 data pada 3 fleet penambangan. Program linear merupakan solusi optimasi yang menghasilkan produksi optimal dengan biaya yang minimum serta menganalisis nilai bunching effect yang dihasilkan oleh alat angkut pada kegiatan penambangan. Produktivitas aktual yang dihasilkan sebesar 328,49 BCM/jam dengan biaya produksi aktual sebesar $2,35 USD/BCM dengan target yang sudah ditetapkan sebesar 500 BCM/jam. Nilai produktivitas aktual yang tidak tercapai tersebut dipengaruhi oleh faktor jumlah isian bucket yang kurang dan kecepatan aktual alat angkut hanya 7 km/jam. Hasil kondisi aktual perlu dilakukan tindakan perbaikan dengan melakukan optimasi jumlah alat angkut yang akan dipakai menggunakan aplikasi POM for Windows yaitu jumlah alat angkut yang dipakai sebanyak 10 unit dengan produksi sebesar 520,22 BCM/jam dan biaya produksi sebesar $1,6 USD/BCM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian 10 unit alat angkut menghasilkan produksi yang optimal dengan biaya yang minimum dibandingkan dengan pemakaian 9 unit alat angkut. Hilangnya waktu yang dialami alat angkut akibat adanya bunching effect sebesar 7 jam/bulan karena terdapat perbedaan daya mesin pada alat angkut, keterampilan operator yang berbeda ? beda, terdapatnya undulasi dan genangan air pada permukaan jalan, geometri jalan tambang yang tidak ideal, dan kurangnya ketersediaan bahan permukaan jalan yang sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan seperti penggunaan tailing sebagai bahan pengeras jalan.