Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Intan Fadliya, (NIM. 2011811008)
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2023-01-26 01:47:33
Abstract :
Peningkatan produksi sangat berpengaruh untuk memenuhi kebutuhan pasar dan pendapatan petani alpukat. Masalah yang sering ditemui pada produk pascapanen adalah adanya kontaminasi oleh mikroorganisme pada produk yang dapat menurunkan kualitas buah. Mikrorganisme yang dapat mengkontaminasi produk pascapanen adalah cendawan dan bakteri. Kandungan air yang cukup tinggi pada buah alpukat mengakibatkan buah tersebut mudah untuk terinfeksi patogen pascapanen. Kerugian yang ditimbulkan oleh patogen pada komoditas pascapanen dapat menurunkan pendapatan produsen atau petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus/spesies cendawan penyebab penyakit pada buah alpukat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan September tahun 2022. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Sampel buah alpukat yang terinfeksi diambil dari 2 Pasar Tradisional Pangkalpinang yaitu Pasar Trem dan Pasar Pagi. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan deskriptif, eksplorasi patogen menggunakan metode postulat koch yang terdiri dari penentuan gejala buah yang terinfeksi, isolasi jaringan bergejala, inokulasi, dan reisolasi. Isolat hasil reisolasi dilakukan identifikasi. Hasil isolasi diperoleh beberapa isolat dan hasil inokulasi (Uji patogenisitas) ditemukan 5 isolat cendawan bersifat patogen dan 1 bersifat non-patogenik. Hasil identifikasi 5 isolat cendawan patogen ditemukan bahwa genus Rhizoctonia, Gloeosporioides, spesies Colletotrichum gloeosporioides dan 1 merupakan hifa steril.