DETAIL DOCUMENT
Analisis faktor penghambat keberhasilan program kelompok usaha bersama (kube) tulip dalam penanaman jagung di Desa Pagarawan Kecamatan Merawang
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Risti Rosmiati, (NIM. 5011711035)
Subject
HM Sociology 
Datestamp
2023-01-27 06:30:01 
Abstract :
Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) hadir untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap potensi dan sumber dengan harapan berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga proses peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Efektivitas program berkaitan dengan tingkat keberhasilan program sehingga akan dikatakan efektif apabila memiliki pengaruh terhadap masyarakat. Begitu juga dalam menentukan keberhasilan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di KUBE Tulip Desa Pagarawan Kecamatan Merawang yang dinilai efektivitas pelaksanaan program belum tercapai sesuai dengan tujuan. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat hambatan yang ditinjau dari pelaksanaan program. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penghambat keberhasilan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tulip dalam penanaman jagung di Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Teori dari penelitian ini menggunakan teori tindakan rasional dari Max Weber yang mengklasifikasikan ada empat tipe tindakan rasional yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional nilai, tindakan afektif dan tindakan tradisional. Penelitian ini diselesaikan dengan metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari Kepala Desa, pendamping program, dan anggota yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tulip. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan analisis datanya meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan faktor eksternal dalam penghambat keberhasilan program KUBE Tulip dalam penanaman jagung di Desa Pagarawan. Faktor internal berupa konflik antar anggota dan melemahnya komitmen para anggota KUBE Tulip. Sedangkan, faktor eksternal berupa perubahan kondisi lahan, kurangnya peran pendamping program, serta minimnya kontrol dari pemerintah. Faktor penghambat tersebut menjadikan efektivitas pelaksanaan program KUBE Tulip belum maksimal dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan program. Penelitian ini juga menemukan bahwa rasionalitas tindakan yang paling dominan dalam melatarbelakangi partisipasi anggota KUBE Tulip adalah rasionalitas instrumental yang mengutamakan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Anggota mengambil sarana-sarana (instrumen) yang paling efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Instrumen yang digunakan oleh anggota dalam pelaksanaan program KUBE Tulip di Desa Pagarawan belum sepenuhnya terlaksana sesuai dengan tujuan program bahkan juga menjadi menghambat keberhasilan program. Maka dapat disimpulkan bahwa apabila rasionalitas instrumental dominan maka rasionalitas nilai, afektif dan tradisional akan melemah. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung