Abstract :
Penelitian ini mengkaji mengenai Labeling yang terjadi pada Pria Dewasa Belum Menikah. Seperti yang terjadi di Desa Neknang, pria dewasa belum menikah sering mendapatkan Label negatif dari masyarakat. seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi, karena bagaimanapun pria dewasa yang belum menikah harus mendapatkan perlakuan yang sama ketika berinteraksi dengan masyarakat agar hubungan sosial mereka tetap harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan pria dewasa belum menikah serta pandangan masyarakat terhadap pria dewasa belum menikah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Labeling dari Edwin Lemert. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Selanjutnya penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Lebih lanjut lagi data dianalisis menjadi tiga tahap, tahap pertama yaitu reduksi data dilanjutkan dengan display data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini sebanyak 12 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pria dewasa belum menikah di Desa Neknang. Adapun faktor yang menyebabkan pria dewasa belum menikah ialah trauma pada percintaan masa lalu, belum menemukan jodoh yang tepat, ingin menjalani hidup dengan bebas dan usia yang tidak muda lagi untuk menikah. Kemudian para pria dewasa belum menikah ini sering mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Label negatif yang diberikan oleh masyarakat ialah berupa label sebagai bujang tua atau pria yang tidak laku.