Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Lisandy Alfikri, (NIM. 2071811024)
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2023-06-21 02:04:22
Abstract :
Desa Penyak merupakan salah satu desa di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yang memiliki panjang garis pantai sepanjang 3 km dan memiliki pemecah gelombang (breakwater) sepanjang 1 km. Pentingnya melakukan pengukuran garis
pantai di Desa penyak karena topografi pantai yang landai dan berada tepat di pinggir jalan raya serta dekat dengan pemukiman penduduk ini mengakibatkan terjadinya
permasalahan dan ancaman bagi Desa Penyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi garis pantai pada Tahun 2001 dan Tahun 2011 sebelum adanya pemecah gelombang (breakwater) serta mengetahui kondisi garis pantai pada tahun 2021 setelah adanya pemecah gelombang (breakwater). Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui laju perubahan garis pantai di Pantai Desa Pnyak selama 20
tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode digitasi dan Digital Shoreline Analysis System. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pantai
Desa Penyak mengalami perubahan penambahan (akresi) dan pengurangan (abrasi) pada setiap tahunnya. Pada tahun 2001-2011 sebelum adanya pemecah gelombang Pantai Desa Penyak mengalami perubahan penambahan (akresi) maksimum 11,96 m
dengan laju 1,196 m/tahun dan pengurangan (abrasi) maksimum -77,45 m dengan laju -7,745 m/tahun yang menimbulkan abrasi seluas 16,17 ha dan akresi 0,134 ha. Pada tahun 2011-2021 setelah adanya pemecah gelombang (breakwater ) pantai Desa
Penyak mengalami perubahan penambahan (akresi) maksimum sebesar -32,10 m dengan laju -3,210 m/tahun dan pengurangan (abrasi) maksimum 63,91 m dengan laju 6,391 m/tahun serta menimbulkan abrasi seluas 1,293 ha dan akresi 13,02 ha.
Efektifitas dengan dibangunya pemecah ombak (breakwater) berfungsi secara efektif dalam menanggulangi abrasi yang ada di Desa Penyak.