DETAIL DOCUMENT
Relasi patron klien dalam ranah pertambangan inkonvensional di Desa Mapur Kecamtan Riau Silip Kabupaten Bangka
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Deby Ramadhani, (NIM. 5011811014)
Subject
HM Sociology 
Datestamp
2023-05-24 08:09:27 
Abstract :
Pertambangan timah di Pulau Bangka telah berlangsung sejak era kolonialisme. Salah satu lokasinya adalah Desa Mapur yang merupakan wilayah tambang milik Hindia Belanda. Pertambangan timah di Desa Mapur telah mengalami perubahan sistem dan pola pertambangannya, keberadaan tambang inkonvensional menjadi wujud dari kepentingan perusahaan smelter melalui kolektor timah untuk mendapatkan timah dari penambang inkonvensional. Tujuan penelitian untuk Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kolektor timah membangun relasi dengan para penambang inkonvensional dan juga sebaliknya, menjelaskan tentang fenomena patron klien antara kolektor timah dengan para penambang inkonvensional yang dikaji secara sosiologis dengan menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens, menjelaskan kepentingan yang terjadi pada penambangan inkonvensional sehingga kolektor timah sangat bergantung pada hasil timah yang diperoleh tambang inkonvensional. Penelitian ini menggunakan teori Strukturasi Anthony Giddens yang memiliki 3 konsep utama yaitu agen, struktur, dan kekuasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan mekanisme terbentuknya relasi patron klien kolektor timah dengan Penambang inkonvensional diawalai dengan 1). Adanya Transformasi relasi kolektor timah dengan Penambang tambang Inkonvensional, 2). Pertukaran Sumber Daya Alokatif Kolektor Timah dengan Penambang. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya relasi patron klien kolektor timah dengan tambang inkonvensional di Desa Mapur. Faktor tersebut terdiri dari, 1). Kepentingan ekonomi penambang TI, 2). Akses lokasi tambang Inkonvensional di Mapur, dan 3). Kepentingan Kolektor Timah terhadap komoditas pasir timah, 4). Dukungan elit lokal dan aparat. Terkait dengan kesejahteraan tambang inkonvensional di Desa Mapur pada dasarnya bisa memberikan penghidupan kepada mereka terutama pemilik tambang inkovensional, akan tetapi bersifat dinamis dan spekulatif. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung