Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Yulisa, (NIM. 1041711019)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-08-02 02:28:43
Abstract :
Kondisi kesehatan PDAM Tirta Pinang pada tahun 2020 menurut penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) termasuk kategori kurang sehat dengan nilai 2,45. Apabila pemenuhan kebutuhan air masyarakat Kota Pangkalpinang, tidak sesuai dengan ketersediaan air dan kualitas air yang kurang baik akan mempengaruhi tarif air untuk keberlangsungan PDAM Tirta Pinang dan pengoperasian PDAM Tirta Pinang. Analisis ketersediaan air sumber air PDAM Tirta Pinang terdiri dari tiga sumber yaitu Sungai Rangkui, Mata Air Bukit Mangkol dan Kulong Pedindang. Tahapan analisis yaitu analisis curah hujan, analisis evapotranspirasi potensial dan analisis debit air dengan mengkalibrasi parameter daerah tangkapan air (DTA) menggunakan neraca air tahunan sebagai tolak ukur dikarenakan keterbatasan data debit terukur, analisis debit andalan 90% untuk mengetahui ketersediaan air baku dari sumber air PDAM Tirta Pinang. Analisis tarif air berdasarkan nilai ekonomi air, tahapan analisis yaitu analisis harga air baku, analisis faktor nilai air, dan analisis nilai ekonomi air (NEA). Hasil NEA dibandingkan dengan rata - rata tarif PDAM Tirta Pinang. Hasil analisis ketersediaan air PDAM Tirta Pinang yang bersumber dari Sungai Rangkui sebesar 1,24 m3 /s, Mata Air Bukit Mangkol sebesar 0,08 m3 /s, Kulong Pedindang sebesar 1,19 m3 /s. Jadi total ketersediaan air PDAM Tirta Pinang yaitu sebesar 2,51 m3 /s atau 2.519 lt/s. Hasil tarif air berdasarkan nilai ekonomi air (NEA) yaitu Rp.4.900 /m3 . Tarif PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang sudah ekonomis dikarenakan rata - rata tarif PDAM Tirta Pinang sama dengan tarif hasil analisis. Realisasi pendapatan melebihi pendapatan yang diharapkan sehingga PDAM Tirta Pinang mendapatkan keuntungan sebesar Rp.2.948.665.100,00.