Abstract :
PT Aditya Buana Inter bergerak di bidang penambangan quarry batu granit berlokasi di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dengan luas IUP 12,86 Ha. Penelitian di PT Aditya Buana Inter dilatarbelakangi tidak tercapainya target produktivitas sebesar 80.000 BCM/bulan. Oleh sebab itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisa kendala yang terjadi selama kegiatan pengeboran berlangsung dan meningkatkan hasil produktivitas dalam usaha pembongkaran batu granit. Metode penelitian mengumpulkan data primer seperti spasi, burden, kedalaman, kemiringan lubang ledak, waktu pengeboran dari muka tanah sampai dengan kedalaman tertentu, waktu menyambung dan melepas batang bor, menghembus cutting dan mengangkat batang bor, waktu pindah ke lubang yang lain berjumlah 100 data, waktu kerja efektif, waktu repair, waktu standby, dan waktu hambatan karena operator, sedangkan untuk data sekunder seperti spesifikasi alat, mekanisme pengeboran, jumlah rencana lubang ledak, waktu kerja tersedia dan data berat jenis batu granit. Pengolahan data dengan perhitungan uji kecukupan data, keseragaman data, cycle time, volume setara, kecepatan pengeboran, nilai ketersediaan alat bor, efisiensi kerja alat bor, produktivitas pengeboran dan pencapaian produksi. Analisis data didapatkan kecukupan dan keseragaman data CRD (01) dan CRD (02) sebesar 3,32 dan 5,32 data dinilai cukup dan seragam untuk mewakili populasi, cycle time 15,3 dan 15,33 menit/lubang, Veq 6,25 dan 6,35 m3 /m, Gdr 0,37 dan 0,38 meter/menit, MA 88,91% dan 89,34%, UA 90,25% dan 88,32%, PA 89,88% dan 90,47%, EU 81,12% dan 79,9% secara keseluruhan nilai ketersediaan alat dapat dikategorikan cukup baik dengan efisiensi kerja 67,56% dan 62,51%, hasil produktivitas aktual sebesar 45.885,43 BCM/bulan atau (57,35%) dari nilai pencapaian produksi atau kurang 34.114,57 BCM/bulan (42,65%), beberapa usaha untuk meningkatkan produktivitas seperti perbaikan geometri pengeboran, maintenance alat bor lebih awal, pengawasan, kontrol dan monitor oleh manajemen untuk membangun sikap disiplin kerja, sehingga didapatkan produktivitas sebesar 87.500,13 BCM/bulan atau 109,3%. Sehingga disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengeboran berhasil dilakukan.