Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Mega Febriyanti, (NIM. 2031811005)
Subject
QL Zoology
Datestamp
2023-07-24 01:04:20
Abstract :
Perairan Teluk Kelabat terdiri dari perairan Teluk Kelabat Luar dan Teluk Kelabat Dalam yang terletak disebelah utara Pulau Bangka. Teluk Kelabat Luar yang menjorok ke laut lepas menjadikan teluk ini memiliki sejumlah aktivitas perikanan, aktivitas penambangan tepatnya Tambang Inkonvensional (TI) apung yang dikelola oleh masyarakat setempat. Kelimpahan fitoplankton dan klorofil-a sangat terkait dengan kondisi oseanografi pada suatu perairan, hal ini dikarenakan fitoplankton merupakan salah satu parameter yang menentukan produktifitas pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton dan menganalisis indeks ekologi serta hubungan faktor fisika kimia perairan terhadap fitoplankton dan konsentrasi klorofil a di perairan Teluk Kelabat Luar, Pulau Bangka. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara tegak lurus kearah laut (horizontal) dengan menetapkan tiga titik sampling (ulangan) pada tiap stasiun dengan jarak 0, 1 dan 2 km. Berdasarkan hasil penelitian jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan adalah kelas Bacillariophyceae sebanyak 11 spesies dengan total 278 individu, Cyanophyceae 1 spesies dengan total 2 individu, kelas Chrysophyceae sebanyak 1 spesies dengan total 11 individu dan kelas Dinophyceae sebanyak 2 spesies dengan total 16 individu. Jenis fitoplankton yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Rhizosolenia robusta yang berjumlah 38 individu. Konsentrasi klorofil-a kisaran antara 0,0634 ? 0,3014 mg/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton di perairan Teluk Kelabat Luar termasuk dalam kategori sedang (1,881-2,204), indeks keseragaman tergolong tinggi (0,880-0,957) dan indeks dominansi tergolong rendah (0,116-0,172). Parameter fisika kimia perairan yang berpengaruh terhadap hubungan fitoplankton dan klorofil a meliputi suhu, pH, kecerahan dan salinitas. Analisis Komponen Utama (PCA) diperoleh nilai F1 sebesar 52,18% dan nilai F2 sebesar 27,37%. Sumbu F1 berkorelasi positif yaitu suhu, pH, kecerahan dan salinitas membentuk F1 positif. Sedangkan arus, kedalaman, DO, TSS dan fitoplankton membentuk F1 negatif.