Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Aprilia Wardanti, (NIM. 1041711003)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-08-04 04:02:11
Abstract :
Jalan Lampur-Munggu merupakan jalan penghubung antara Desa Lampur dan Desa Munggu yang sering mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut menyebabkan aktivitas pengguna jalan terganggu, contohnya waktu perjalanan menjadi lebih lama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan, menganalisis hasil penilaian kerusakan, dan menjelaskan keterkaitan kondisi tanah dasar terhadap kerusakan jalan. Metode yang digunakan untuk menganalisis penelitian ada dua, yaitu metode PCI dan metode D&M. Lokasi kerusakan yang ditinjau pada penelitian ini yaitu STA 0+000 sampai STA 1+285 yang dibagi per 25 m (52 segmen). Data yang diambil dengan metode survei yaitu data LHR dan data CBR. Data LHR diambil pada hari kerja dan hari libur, sedangkan data CBR diambil di sepuluh titik di lokasi penelitian. Data kondisi jalan eksisting juga diperoleh dengan wawancara kepada pihak-pihak terkait, seperti pejabat pemerintah Desa Lampur dan instansi teknis yang terkait. Hasil survei LHR menunjukkan bahwa sebesar 957 kendaraan memiliki komposisi kendaraan ringan 67,19% dan kendaraan berat 32,81%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7 kelompok kerusakan jalan yaitu retak kulit buaya (10,83%), amblas (0,33%), retak tepi (1,52%), retak memanjang (2,13%), tambalan dan galian utilitas (63,59%), agregat licin (11,53%), dan lubang (10,07%). Selanjutnya, berdasarkan hasil pengujian CBR diperoleh nilai sebesar 7,80% (tingkat kepadatan sedang). Hasil wawancara menunjukkan bahwa kondisi Jalan Lampur-Munggu mengalami kerusakan parah pada titik tertentu dengan jenis kendaraan yang dianggap paling berperan menimbulkan kerusakan yaitu truk sawit dengan muatan berlebih. Hasil analisis kerusakan jalan dengan metode PCI menunjukkan bahwa Jalan Lampur-Munggu masuk kategori poor/buruk (44,7). Selanjutnya, hasil analisis kerusakan jalan dengan metode D&M masuk kategori tidak memerlukan pemeliharaan dengan nilai kondisi perkerasan sebesar 14,73. Selain itu, kondisi drainase termasuk kategori memerlukan pemeliharaan ringan dengan nilai sebesar 8,44. Jadi, kerusakan di Jalan Lampur-Munggu tidak dipengaruhi oleh kondisi tanah dasar, namun dipengaruhi oleh muatan sumbu kendaraan yang melampaui ketentuan dan kondisi drainase.