Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Windy Juliana Saragih, (NIM. 1021911059)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2023-10-10 07:33:13
Abstract :
Produksi sampah yang meningkat selalu menjadi permasalahan setiap kota
di Indonesia termasuk Kota Pangkalpinang. Pertumbuhan penduduk, pengolahan
dan pemanfaatan sampah yang kurang mumpuni menjadi penyebab utama dari
masalah ini. Alternatif pengurangan timbunan sampah menjadikan sampah
sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah. Untuk mengetahui berapa
energi listrik yang dapat dihasilkan dari timbunan sampah dan kelayakan
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) diperlukan analisis,
menggunakan metode perhitungan dangan rumus yang telah ada, proyeksi
(Forecasting) dengan metode geometric dan penilaian investasi dengan NPV,
IRR, dan Payback Period. Hasil dari perhitungan diperoleh potensi energi listrik
pada tahun 2013 ? 2022 sebesar 6.661.924 kWh/ tahun pada tahun 2013 hingga
pada tahun 2022 sebesar 13.161.362 kWh/ tahun. Hasil ramalan (forecasting)
potensi sampah untuk tahun 2023-2033 memiliki peningkatan energi listrik yang
dihasilkan. Pada tahun 2023 energi yang dihasilkan sebesar 16.553.678
kWh/tahun hingga pada tahun 2033 energi yang di hasilkan sebesar 21.190.137
kWh/tahun. Pembelian listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
setelah diperjualbelikan menunjukkan pendapatan yang cukup besar. Pembanguan
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ini memenuhi kalayakan untuk
dapat dibangun melihat penilaian investasi yang dilakukan dengan harga
pembelian listrik > Rp.1600/kWh-.