Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Suraya Zahirah, (NIM. 1041611060)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-12-14 03:54:05
Abstract :
Keberadaan pantai memiliki banyak manfaat bagi manusia. Begitupula dengan provinsi Bangka Belitung yang merupakan sebuah kepulauan sehingga wilayahnya dikelilingi oleh pantai. Wilayah pantai ini dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti pelabuhan, pertambakan, perikanan, pariwisata dan sebagainya.Pantai mengalami proses dinamis yang sangat dipengaruhi oleh gelombang dan arus. Hal itu juga mempengaruhi bentuk profil pantai. Penelitian ini berlokasi di Pantai Air Anyir yang terletak di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Pantai Air Anyir pernah menjadi lokasi tambang ilegal yang mengakibatkan pengunjung merasa tidak nyaman dikarenakan aktivitas tersebut dapat menyebabkan terjadinya proses erosi dan sedimentasi yang tidak seimbang. Hasil dari penelitian ini yaitu secara keseluruhan jenis sedimen yang terdapat pada pantai Air Anyir termasuk ke dalam kategori pasir yang terdiri dari pasir sedang. Berdasarkan analisis kestabilan pantai menggunakan metode pendekatan empiris dan metode pendekatan dinamis, pantai Air Anyir merupakan pantai yang tidak stabil. Dapat dilihat dari hasil perhitungan parameter statistik yaitu nilai skewness yang bernilai negatif terdapat pada wilayah T-1, T-2, T-3 dan T-5 yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengalami proses erosi yang lebih besar dan nilai skewness yang bernilai positif terdapat pada wilayah T-4, T-6 dan T-7 yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengalami proses sedimentasi yang besar. Pada wilayah T-8, proses erosi dan sedimentasi seimbang. lingkungan pengendapan dapat dilihat dari nilai sorting, skewness dan kurtosis yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, nilai sorting termasuk ke dalam kategori terpilah buruk (poorly sorted), nilai skewness yang termasuk ke dalam kategori menceng sangat kasar dan nilai kurtosis termasuk ke dalam kategori runcing ekstrim (extremely leptokurtic).